Selasa, 29 Maret 2016

USE OF PREPOSITION AND COMMON COMBINATION PREPOSITION

Tugas Soft Skill 2 Bahasa Inggris Bisnis 2 Dosen Dea Adlina

USE OF PREPOSITION AND COMMON COMBINATION PREPOSITION

       Preposition (kata depan) adalah kata yang diletakan di depan atau sebelum kata benda. Kegunaan Preposition yaitu untuk menerangkan letak atau posisi benda atau yang lainnya.

USE OF PREPOSITION :

1. about :
- tentang / mengenai
  Example :
  I want to talk about him.
  (Saya ingin berbicara tentang dia.)
- kira-kira / sekitar
  Example :
  They will meet you at about 7 o'clock.
  (Mereka akan bertemu dengan kamu sekitar jam 7.)
 
2. after : sesudah
  Example :
  You can come after finnishing your work.
  (Kamu dapat datang setelah menyelesaikan pekerjaan rumahmu.)

3 . along : sepanjang
  Example :
  There are some houses along the street.
  (Ada beberapa rumah sepanjang jalan.)
 
4. among : diantara banyak
  Example :
  He is the best teacher among us.
  (Dia adalah guru terbaik diantara kami.)
 
5. at :
- di, menunjukan tempat
  Example :
  You can see me at my office.
  (Kamu dapat bertemu saya di kantor.)
- pada, menunjukan waktu
  Example :
  They arrived at 6 o'clock two days ago.
  (Mereka telah tiba pada jam 6 dua hari yang lalu.)
- ke arah
  Example :
  He runs at me.
  (Dia berlari ke arah saya.)
- untuk menunjukan nomor rumah
  Example :
  I lived at Jl.Benteng No.40 Sukabumi.
  (Saya tinggal di Jl. Benteng No.40 Sukabumi.)
 
6. before : sebelum
  Example :
  I'll be there before 7 o'clock.
  (Saya akan ada disana sebelum jam 7.)
 
7. for : 
a. untuk
  Example :
  I write a letter for you.
  (Saya menulis sebuah surat untu kamu.)
b. selama
  Example :
  I have lived here for ten years.
  (Saya tinggal disini selama sepuluh tahun.)
c. atas nama
  Example :
  He signed the contract for my headmaster.
  (Dia menandatangani kontrak atas nama kepala sekolah.)
 
8. from : dari
  Example :
  He comes from Jakarta.
  (Dia datang dari Jakarta.)
 
9. in :
a. di dalam
  Example :
  We are in the classroom now.
  (Kami berada di kelas sekarang.)
b. untuk menunjukan bulan
  Example :
  I will visit you in April.
  (Saya akan mengunjungimu bulan April.)
c. untuk  menunjukan tahun
  Example :
  I was born in 1979.
  (Saya lahir tahun 1979.)
d. untuk menunjukan nama kota
  Example:
  I was born in Sukabumi.
  (Saya lahir di Sukabumi.)
e. untuk menunjukan musim
  Example :
  in summer = di musim panas
  in winter = di musim dingin
  
10. on : 
a. di atas
  Example :
  There are three glasses are on the table.
  (Ada tiga gelas di atas meja.)
b. untuk menunjukan hari
  Example :
  We have flag ceremony on Monday.
  (Kami mengikuti upacara bendera pada hari senin.)
c. untuk menunjukan tanggal
  Example :
  He was born on April 21st.
  (Dia lahir pada 21 April.)
 
  COMMON COMBINATION AND PREPOSITION
  
    Adjective (kata sifat) digunakan untuk mendeskripsikan seseorang atau sesuatu.
 He is angry. (Dia marah.)
Selain penggunaan adjective secara sederhana seperti contoh di atas, ada pula penggunaan yang lebih kompleks dengan mengombinasikannya dengan preposition (kata depan) yang berfungsi menghubungkannya dengan suatu objek. Kombinasi adjective dan preposition di dalam kalimat digunakan untuk membuat pernyataan tentang sikap atau perasaan seseorang terhadap sesuatu.

          He is angry with me. (Dia marah pada saya.)

Tidak semua adjective memiliki “pasangan” preposition dan ada sebagian adjective yang dapat menggunakan beberapa preposition. Sayangnya tidak ada pola khusus untuk membentuk kombinasi tersebut. Kita hanya perlu menemukan dan mengingatnya.

Example :

abstain from
The doctor advised me to abstain from the use of alcohol and tobacco.
account for
(explain)How do you account for the unusually cold weather we’ve been having lately?
accuse (someone) of (something)
He accused me of taking some important papers from his desk.
adapt to
When you travel you have to adapt to the habits and customs of the country you visit.
adhere to
This glue will not adhere to glass or leather.
agree on
They couldn’t agree on the subject of foreign policy.
agree with
I don’t agree with a word you say, but I’ll defend to the death your right to say it.
apologize for
I have to apologize for the way this room looks.  I haven’t gotten around to cleaning it.
approve of
She doesn’t approve of alcohol in any form.
argue with
I won’t argue with you; I can see your mind’s made up already.
arrive at (a place)
He arrived at my house just at supper time.
arrive in (city, country)
They arrived in New York last Tuesday.
ask about
We asked about the condition of the roads between there and the Capital.
ask for
I asked for a quite room on the second floor of the hotel.
assure of
I assured him my willingness to help him.
bargain with (someone) for (something)
I bargained with the dealer for more than two hours for that old sofa.  He finally let me have it for eight dollars.
believe in
(accept as real or true, or morally desirable)Do you believe in Darwin’s Theory of Evolution?He doesn’t believe in letting the children have money unless they have earned it.
belong to
(be a possession of)This book doesn’t belong to me.  It’s a library book.(be a member of a group or organization)What clubs do you belong to, if any?
beware of
My father told me to beware of strangers, women, and mad dogs.
blame(someone) for (something)
I blame myself for all that happened yesterday.
break (someone) of (some) habit
I’m trying to break myself of the habit of biting my nails when I’m nervous.
buy from (a person)
I bought it from a salesman who came to the door.
but at (a shop or store)
I bought it at a department store.
buy in (a city or country)
He bought it in Rome.
care for
(take care of)Who cares for the children when you go out of town?(enjoy, be fond of… usually in negative)I don’t care much for hillbilly music or western ballads.
caution (someone) against (something/one)
I want to caution you against believing everything he says.  He is not always to be trusted.
complain about
What are you complaining about? You got your share.
consent to
Her parents wouldn’t consent to her marriage to a man almost twice her age.
consist of
The student body of this school consists of students from nearly fifty countries.
contrast with
This student’s present grades contrast very favorable with those he made when he entered the school.
contribute to
Do you want to contribute a dollar to the Red Cross?
convict of sentence to
He was convicted of murder and sentenced to death.
correspond with
This signature does not correspond with the one on his ID card.


SUMBER : 
http://www.wordsmile.com/contoh-kalimat-adjective-diikuti-preposition
http://www.english4dummies.com/content-english-grammar/


Selasa, 15 Maret 2016

Tugas Soft Skill 1 Bahasa Inggris Bisnis 2 Dosen Dea Adlina

 CONFUSINGLY RELATED VERBS & COMMONLY MISUSED WORDS


CONFUSINGLY RELATED VERBS
        Confuingly Related Verbs adalah kata kerja yang saling berhubungan. kata kerja ini mempunyai makna yang sama atau hampir sama tetapi penggunaannya berbeda.

Example : 

a. Remaind - Remember
    remaind dan remember mempunyai makna yang sama tetapi berbeda. Remaind  berarti mengingatkan (membuat orang menjadi ingat). Remember berarti ingat (ingat akan sesuatu hal).
example :

*Remaind = mengingatkan
1. Remaind me to return this book to the library (ingatkan aku untuk mengembalikan uku ini ke perpustakaan)
2. Remaind me to save some money every time I get salary (ingatkan aku untuk menabung setiap kali aku gajian)

* Remember = ingat akan suatu hal
1. I remeber to lock the door (saya ingat ntuk mengunci pintu)
2. I don't remember anything about the accident (saya tidak ingat apa-apa tentang kecelakaan itu)
3. do you remember your promise? (apakah kamu ingat janji mu

CATATAN:
  • I Remind that today is your birthday (salah)
  •  I remember that today is your birthday (benar)
b. Borrow - Lend
   * Borrow berarti meminjam (meminjam sesuatu kepada orang lain).
    Lend berarti meminjamkan (meminjamkan sesuatu kepada orang lain).


Example :

1. Borrow : she borrowed my book yesterday (dia meminjam buku-bukuku kemarin)
2. he borrows my motorcycle everyday (dia meminjam motorku setiap hari)

1. Lend Mr.Handi lends me some money today (pak handi meminjami aku sejumlah uang hari ini)
2. Maria lends his brother her beloved car (maria meminjami kakaknya mobil kesayangannya)

CATATAN :
  • Don't borrow him a sweater (salah)
  • don't lend him a sweater (benar)

c.  Say – tell
      Say dan tell sama sama mempunyai arti mengatakan, namun ada sedikit perbedaan. Tell berarti mengatakan tetapi bersifat menceritakan atau memberi informasi. Pemakaian Tell membutuhkan Indirect Object (object tak langsung).
Example:
Say                  : You said that you love me.
                          What? You say sorry.
Tell                   : She told me that she wanted to go out-side alone
                          The nurses told me that the doctor would come in 30 minutes.

#me = inderect object (object tak langsung)
CATATAN
  • She told that she loved you (salah)
  • She told me that she loved you  (benar)
  • She said me that se wouldn’t come to your party (salah)
  • He said that he wouldn’t come to your party (benar)
d. Ask – Ask for
            Ask dan Ask for mempunyai arti yang berbeda. Ask berarti bertanya, sedangkan ask for berarti meminta.
Example :
Ask                  : Don’t ask me about the secret.
                           She asks me where you live.
Ask for             : He asked for some helps yesterday.
                           Never ask ame for beer.


COMMONLY MISUSED WORDS

     The transition from spoken to written language can often be a bumpy one because the way we talk tends to be a lot less formal than the way we write. When we try to translate spoken ideas into writing, it is often hard to remember correct grammar. Also, we hear incorrect grammar used so often that correct grammar might sound odd or even wrong to us.
     Homonyms can present an especially difficult problem because they sound alike, but the different spellings mean different things. Changing one letter in a word could alter the whole meaning of a sentence. Common phrases are also likely to be written incorrectly because in speech words are often shortened or slurred together so that not all of the letters are pronounced, making it easy to inadvertently leave these letters out when writing.
     Knowing which word to use or how to write a phrase correctly can make a big difference in your writing. It is easier for readers to take a piece of writing more seriously when the grammar is correct. This handout contains a list of commonly confused homonyms and problem phrases, as well as a few hints to help you remember the grammar rules. 

Example :

1. Climactic, Climatic:
Climactic is derived from climax, the point of greatest intensity in a series or progression of events. Climatic is derived from climate; it refers to meteorological conditions. 
  • The climactic period in the dinosaurs' reign was reached just before severe climatic conditions brought on the ice age.
2. Elicit, Illicit:
Elicit is a verb meaning to bring out or to evoke. Illicit is an adjective meaning unlawful. 
  • The reporter was unable to elicit information from the police about illicit drug traffic.
3. Principle, Principal:
Principal is a noun meaning the head of a school or an organization or a sum of money. Principle is a noun meaning a basic truth or law. 

  • The principal taught us many important life principles.
Hint:
To recognize the spelling of Principal first think of yourself as a greedy opportunist. You definitely would want to be a pal of anyone who is in a position of power or anything to do with money. This principal has pal in it.

4. To, Too, Two:
To is a preposition; too is an adverb; two is a number. 

  • Too many of your shots slice to the left, but the last two were right on the mark.
Hints:
If you are trying to spell out the number, it is always t-w-o.   Two has a w which is the first letter in word. The opposite of word is number.
Too is usually used as  also when adding or including some additional information. Whenever you want to include something else, think of it as adding;  therefore you also need to add an extra  o.

5. Accept, Except:
Accept is a verb meaning to receive. Except is usually a preposition meaning excluding.

  • I will accept all the packages except that one. Except is also a verb meaning to exclude. Please except that item from the list.




SUMBER : 
http://english-problems.blogspot.co.id/2012/04/confusingly-related-verbs.html
http://wsuonline.weber.edu/wrh/words.htm


Kamis, 08 Oktober 2015

Tugas Bahasa Inggris 1 Dosen Agung Prasetyo W

Appreciation Letter made by Riska Rizkinia 3EB29 (27213800)
September 29, 2015
Dear Mr. Hangga
I am writing to let you know how much I appreciate the outstanding customer service that your staff provided last week. I visited your store to purchase furniture for my new office. Your staff was very attentive and helpful. The employees I interacted with, especially John Smith and Michelle Howell, were very knowledgeable about your store's product line and seemed genuinely interested in helping me find items that met my needs rather than just being focused on making a quick sale.
Because of their efforts, I was able to find exactly what I needed and I am very satisfied with my purchase. I will continue to visit your store in the future, as well as recommend it to others. Please let John and Michelle, as well as the other employees in the office furniture department, know that their efforts did not go unnoticed. You have put together a great team that makes customers feel respected and valued.
I look forward to working with your team again in the future.
Sincerely,
Riska Rizkinia




Apelogize Letter made by Siwi Dwi Lestari .S. 3EB29 (28213594)
September 29, 2015
Dear Ms.Rina
This is with regard to the cancellation of orders placed by me to your company in the order no .130395  dated 27th October 2015.
I request you to kindly cancel all the orders and delivery of items as mentioned in the said document. I will like to bring to your notice that due to changes in the plan of company to manufacture certain kind of products  i may not require the items provided by you, hence i am forced to cancel all the orders in this regard.
I regret the inconvenience caused due to this. Kindly contact me in any case of settlement pertaining to the orders and delivery of items. We hope that any issue,  if at all will be settled by mutual consent.
Any further communication in this regard may be directly mentioned and forwarded to me or any managers.
Sincerely,

Siwi Dwi Lestari  .S.

Minggu, 29 Juni 2014

Swasembada Pangan


TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA

Apakah yang dimaksud dengan swasembada pangan, apakah Bangsa Indonesia telah mencapainya dan jika belum apakah yang menjadi saran saudara dalam pencapaian tersebut?


     PENGERTIAN SWASEMBADA PANGAN

Swasembada pangan berarti kita mampu untuk mengadakan sendiri kebutuhan pangan dengan bermacam-macam kegiatan yang dapat menghasilkan kebutuhan yang sesuai diperlukan masyarakat Indonesia dengan kemampuan yang dimilki dan pengetahuan lebih yang dapat menjalankan kegiatan ekonomi tersebut terutama di bidang kebutuhan pangan. Yang kita ketahui Negara Indonesia sangat berlimpah dengan kekayaan sumber daya alam yang harusnya dapat menampung semua kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, salah satu cara yaitu dengan berbagai macam kegiatan seperti ini :

1.      Pembuatan UU & PP yg berpihak pada petani & lahan pertanian.
2.      Pengadaan infrastruktur tanaman pangan seperti: pengadaan daerah irigasi & jaringan irigasi, pencetakan lahan tanaman pangan khususnya padi, jagung, gandum, kedelai dll serta akses jalan ekonomi menuju lahan tsb.
3.      Penyuluhan & pengembangan terus menerus utk meningkatkan produksi, baik pengembangan bibit, obat-obatan, teknologi maupun sdm petani.
4.      Melakukan diversifikasi pangan, agar masyarakat tidak dipaksakan untuk bertumpu pada satu makanan pokok saja (dalam hal ini padi/nasi), pilihan diversifikasi di indonesia yg paling mungkin adalah sagu, gandum dan jagung (khususnya Indonesia timur).

Jadi diversifikasi adalah bagian dr program swasembada pangan yg memiliki pengembangan pilihan/ alternatif lain makanan pokok selain padi/nasi (sebab di indonesia makanan pokok adalah padi/nasi). Salah satu caranya adalah dengan sosialisasi ragam menu yang tidak mengharuskan makan nasi seperti yang mengandung karbohidrat juga seperti nasi yaitu : singkong,ubi,kentang.

Pakar ekonomi, Latif Adam, mengatakan, target swasembada pangan 2014 agak sulit terealisasi jika tidak ada insentif bagi petani yang menjadi tulang punggung pasokan pangan dalam negeri.
Tulang punggung ketahanan pangan adalah petani. Namun, mereka selalu dalam posisi sulit, terutama jika terkait dengan harga pangan dalam negeri.
-- Latif Adam

"Tulang punggung ketahanan pangan adalah petani. Namun, mereka selalu dalam posisi sulit, terutama jika terkait dengan harga pangan dalam negeri," 

kata Latif Adam dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu mengatakan, petani sering tidak menerima keuntungan besar meskipun harga pangan dalam negeri naik tinggi.
Di sisi lain, apabila harga pangan dianggap terlalu tinggi dan membahayakan konsumen, kebijakan yang diambil pemerintah juga tidak berpihak kepada kepentingan petani.
"Harga pembelian pemerintah atau HPP terhadap komoditas pangan yang ditetapkan selama ini kurang menguntungkan petani. Jika pasokan dianggap kurang, pemerintah juga mengambil kebijakan impor yang justru membuat produksi petani kurang laku," tuturnya.
Seharusnya, kata Latif, pemerintah memberikan insentif kepada petani karena mereka yang paling terlibat dalam produksi dan ketahanan pangan nasional dengan memberikan harga yang menguntungkan bagi petani.
Namun, Latif mengatakan, di sisi lain pemerintah pun sering kali berada di posisi yang sulit dalam mengambil kebijakan. Pemerintah harus sama-sama memikirkan konsumen dan petani, tetapi juga harus merealisasikan target yang sudah ditetapkan.
"Kalau harga pangan naik, konsumen yang dirugikan. Di sisi lain, apabila pemerintah menekan harga, produsen dan petani yang dirugikan," ujarnya.
Namun, meskipun target swasembada pangan sulit direalisasikan pada 2014, Latif mengatakan, swasembada pangan tetap harus dicapai demi ketahanan pangan nasional. Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah lebih mengedepankan kebijakan yang propetani. 

Program swasembada pangan pada masa susilo bambang yudoyono

Pada masa nya SBY dianggap gagal dalam hal swasembada pangan dan hanya dianggap keberhasilan yang semu,Pentingnya pencapaian swasembada beras, perlu diketahui kedudukan khusus beras dalam menu, budaya, dan politik Indonesia. Beras adalah bahan makanan pokok bagi orang Indonesia. Berbagai bahan makanan lain pengganti beras pernah dianjurkan oleh pemerintah, namun rakyat tidak menyukainya.
Ketika harga beras melonjak sampai pada titik di mana konsumsinya harus dikurangi, penduduk menjadi kekurangan gizi dan kelaparan. Beras adalah pusat dari semua hubungan pertalian sosial.
Radius Prawiro pada tahun 1998 menjabarkan beberapa langkah kunci yang pernah diambil dalam perjalanan ke arah swasembada beras, diantaranya: 
1. Bulog, Dewan Logistik Pangan, dan Harga-harga Beras.
Di antara lembaga-lembaga tersebut, Buloglah yang paling berperan dalam pencapaian swasembada beras. Bulog tidak terlibat langsung dalam bisnis pertanian, melainkan hanya dalam urusan pengelolaan pasokan dan harga pada tingkat ansional.
Bulog sengaja diciptakan untuk mendistorsi mekanisme harga beras dengan manipulasi untuk memelihara pasar yang lebih kuat. Selama tahun-tahun pertamanya dalam dekade 70-an, Bulog secara bertahap menaikkan harga dasar beras untuk petani. Pada pertengahan dekade 80-an, ketika Indonesia surplus beras, Bulog mengekspor beras ke luar negeri untuk mencegah jatuhnya harga. Tindakan ini membantu memelihara stabilitas pasar.
2. Teknologi dan Pendidikan. Sejak tahun 1963, Indonesia memperkenalkan banyak program kepada para petani untuk meningkatkan produktivitas usaha tani. Pemerintah berjuang untuk memperkenalkan teknologi pertanian kepada para petani.
Di samping itu, pemerintah juga menekankan pendidikan untuk menjamin teknik dan teknologi baru dimengerti dan digunakan secara benar. Faktor lain yang berperan penting dalam meningkatkan hasil padi adalah peningkatan penggunaan pupuk kimia.
3. Koperasi Pedesaan. Pada tahun 1972, ketika Indonesia kembali mengalami panen buruk, pemerintah menganjurkan pembentukan koperasi sebagai suatu cara untuk memperkuat kerangka kerja institusional. Ada dua bentuk dasar dari koperasi, pada tingkat desa ada BUUD (Badan Usaha Unit Desa).
Pada tingkat kabupaten, ada koperasi serba usaha yang disebut KUD (Koperasi Unit Desa). Koperasi juga bertindak sebagai pusat penyebaran informasi atau pertemuan organisasi.
4. Prasarana. Banyak aspek pembangunan prasarana yang secara langsung ditujukan untuk pembangunan pertanian, dan semuanya secara langsung memberikan kontribusi untuk mencapai swasembada beras. Sistem irigasi merupakan hal penting dalam pembangunan prasarana pertanian. Pekerjaan prasarana lain yang berdampak langsung dalam pencapaian tujuan negara untuk berswasembada beras adalah program besar-besaran untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan dan pelabuhan.
Pada masa itu, petani dipaksa bekerja dengan program pertanian modern yang penuh dengan tambahan kimiawi yang merendahkan kualitas kesuburan tanah untuk jangka panjang. Para petani dipaksa bertanam dengan menggunakan sarana produksi pupuk, obat hama, benih, dan lain sebagainya yang dipasarkan oleh beberapa perusahaan MNC/TNC yang mendapatkan lisensi pemerintah.
Penggunaan saprodi produk perusahaan MNC/TNC tersebut harus dibeli petani dengan harga mahal dari tahun ke tahun. Akibatnya, biaya produksi pertanian selalu melambung dan tidak terjangkau oleh petani domestik. Ironisnya, harga jual produk pertanian terutama beras, dikontrol dan dibuat murah harganya oleh pemerintah.
Pemerintah juga sering melakukan praktik dagang menjelang pelaksanaan kebijakan ekonomi yang kontroversial. Stok beras di pasaran dibuat langka baru kemudian harga naik, akhirnya masyarakat dipaksa memahami impor beras yang akan dilakukan oleh pemerintah. Impor beras yang dilakukan oleh pemerintah berdampak dua hal yakni:
Pertama, menurunkan motivasi kerja para petani karena hasil kerja kerasnya akan kalah berkompetisi dengan beras impor di pasaran.
Kedua, menterpurukkan tingkat pendapatan petani domestik yang rendah menjadi sangat rendah.
Selain itu, ada motivasi ekonomi-politik yang sebenarnya disembunyikan di balik logika bisnis impor beras. Impor beras merupakan bentuk kebijakan ekonomi-politik pertanian yang mengacu kepada kepentingan pasar bebas atau mazhab neo-liberalisme.
Kebijakan impor beras adalah pemenuhan kesepakatan AoA (Agreement on Agriculture) WTO yang disepakati oleh Presiden Soeharto tahun 1995 dan dilanjutkan pemerintahan penerusnya sampai sekarang. Butir-butir kesepakatan AoA terdiri dari :
1. Kesepakatan market access (akses pasar) komoditi pertanian domestik. Pasar pertanian domestik di Indonesia harus dibuka seluas-luasnya bagi proses masuknya komoditi pertanian luar negeri, baik beras, gula, terigu, dan lain sebagainya.
2. Penghapusan subsidi dan proteksi negara atas bidang pertanian. Negara tidak boleh melakukan subsidi bidang pertanian, baik subsidi pupuk atau saprodi lainnya serta pemenuhan kredit lunak bagi sektor pertanian. 3. Penghapusan peran STE (State Trading Enterprises) Bulog, sehingga Bulog tidak lagi berhak melakukan monopoli dalam bidang ekspor-impor produk pangan, kecuali beras.
Dampak pemenuhan kesepakatan AoA WTO sangat menyedihkan bagi kondisi pertanian lndonesia semenjak 1995 hingga sekarang ini. Sektor pertanian di Indonesia mengalami keterpurukan dan kebangkrutan. Akibat memenuhi kesepakatan AoA WTO, Indonesia pernah menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia pada tahun 1998 sebesar 4,5 juta ton setahun.
Beberapa kalangan aktivis gerakan petani di lndonesia menyebutkan merosotnya produksi beras nasional semenjak tahun 1985-2009 dikarenakan problem warisan struktural pertanian masih melekat dalam kehidupan petani. Di antaranya, semakin banyak petani yang berlahan sempit (menjamumya petani gurem) dan tidak adanya kemajuan teknologi pertanian yang berorientasi ekologis.
Menurut sebuah studi oleh Peter Timmer pada tahun 1975, Konsep kepemilikan lahan rata-rata memang agak kabur pada tingkat mikro karena adanya perbedaan besar dalam hal penggunaan dan kualitas lahan. Namun demikian, fakta yang perlu ditekankan adalah bahwa lebih dari dua pertiga populasi usaha tani hanya memiliki kurang dari setengah hektar lahan untuk bercocok tanam, bahkan mungkin kurang dari sepertiga hektar lahan”.
Kemiskinan struktural di Indonesia juga dikemukakan oleh Geertz pada penelitiannya di tahun 1963, yang membawa pada gagasan shared poverty (kemiskinan yang ditanggung bersama). Pekerjaan dan pendapatan dari sektor pertanian dibagi-bagi kepada anggota keluarga, atau desa, sehingga semua mendapat pekerjaan dan makanan, namun tetap miskin.
Geertz secara pesimis menyimpulkan bahwa barangkali tidak mungkin untuk memperbaiki pertanian Indonesia secara signifikan. Karena, tanpa mengubah struktur sosial secara besar-besaran, “Setiap usaha untuk mengubah arah perkembangannya, misalnya menabur pupuk di atas lahan pertanian di Jawa yang sangat sempit, irigasi modern, cocok tanam padat karya dan diversifikasi tanaman, hanya akan menumbuhkan satu hal: paralisis.”
Hasil survei Petani Center NGos tahun 2007 menyatakan bahwa tingkat pendapatan petani Indonesia yang memiliki luas sawah 0,5 hektare kalah dibandingkan dengan upah bulanan buruh industri di kota besar. Para petani yang memiliki tanah/sawah 0,5 hektare untuk sekali musim tanam memerlukan biaya produksi sebanyak Rp 2,5 juta, termasuk biaya sarana produksi, upah pekerja, pemeliharaan, dan lain-lain.
Sementara itu, hasil dari produksi beras/padi sawah seluas 0,5 hektare yang dijual, setelah sebagian dijadikan stok logistik rumah tangga, hanya menghasilkan Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta. Jadi, keuntungan bersih hanya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, yang jika dibagi tiga bulan maka rata-ratanya hanya mendapatkan laba Rp 700.000 per bulan. Jika impor beras dilakukan dan harga beras petani semakin anjlok, dapat dibayangkan berapa keuntungan yang akan didapatkan oleh para petani negeri ini.
Presiden SBY adalah seorang doktor pertanian yang pernah menulis tesis tentang revitalisasi pertanian dengan beberapa kesimpulan, di antaranya:
1) Untuk membangun kembali pertanian maka intervensi asing semacam IMF dan World Bank harus dinetralisasikan dari bidang pertanian.
(2) Pemerintah perlu mengorientasikan kebijakan fiskalnya untuk mendukung sektor pertanian.
(3) Pemerintah perlu memfasilitasi pengembangan pertanian yang berorientasi kepentingan petani dengan penerapan penuh sistem pertanian berkelanjutan. Namun sayangnya keyakinan atau ide cerdas SBY dalam disertasinya berbalik dengan realitas kebijakan ekonomi-politik pertanian yang direncanakan dan diimplementasikan.
Kebijakan pemerintahan SBY saat ini tidak mendukung berkembangnya sektor pertanian dalam negeri. Antara lain, Indonesia telah mengarah ke negara industri, padahal kemampuanya masih di bidang agraris. Misalnya, kedudukan Pulau Jawa sebagai sentra penghasil padi semakin kehilangan potensi karena industrialisasi dan pembangunan perumahan. Konversi tata guna lahan ini merupakan salah satu pemicu merosotnya pertanian Indonesia yang menjadi sumber penghidupan 49 persen warga negara.
Ada sejumlah faktor yang selama ini menjadi pemicu utama terpuruknya sektor pertanian, di antaranya :
1. Dari segi sarana dan prasarana, dana pemeliharaan infrastruktur pertanian, tidak ada pembangunan irigasi baru, dan pencetakan lahan baru tidak berlanjut.
2. Dalam hal bebasnya konversi lahan pertanian, pihak pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten tidak disiplin menjalankan pemerintahan dengan mengizinkan pengubahan fungsi pertanian yang strategis bagi ketahanan negara.
3. Dari sisi kebijakan dan politik, penerapan otonomi daerah membuat sektor tanaman pangan terabaikan. Para elite politik membuat kebijakan demi partai, bukan untuk kebijakan pangan rakyat. Keadaan semakin buruk dengan tidak adanya keamanan dan stabilitas yang seharusnya dijalankan aparat penegak hukum.
KESIMPULAN : 
Melihat dari berita tersebut saya menyimpulkan bahwa Negara Indonesia saat ini belum mencapai swasembada pangan dikarenakan masyarakat Indonesia belum sepenuhnya bisa menikmati kebutuhan pangan mereka dari petani-petani Indonesia sendiri. Jadi, swasembada pangan bagi Indonesia belum mencukupi atau Indonesia belum dapat memenuhi swasembada pangan untuk Indonesia sendiri. Karena swasembada pangan apabila Negara tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan pangan untuk seluruh masyarakat serta tidak tergantung terhadap impor pangan dari negara lain. Pemerintah telah mengupayakan indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan untuk seluruh  penduduk indonesia tapi pada kenyataan nya program yang telah di jalankan oleh pemerintah belum akurat dalam membantu program swasembada pangan. Hambatan yang terjadi dalam terciptanya swasembada pangan adalah kekurangan lahan untuk bercocok tanam karena penduduk indonesia sangat banyak maka memerlukan di setiap daerah swasembada pangan yang cukup luas lahan. solusi nya adalah pemerintah harus menyisihkan di setiap provinsi maupun daerah-daerah untuk mempunyai lahan yang luas agar dapat menanam semua kebutuhan pangan di situ. jangan setiap ada lahan kosong langsung menjadi proyek bisnis untuk menghasilkan keuntungan pihak tertentu atau pribadi. Sehingga lahan yang seharusnya di gunakan dalam menjalankan program swasembada malah menjadi suatu bisnis yang menyebabkan kepadatan penduduk dengan didirikan rumah-rumah permanen,mall,hotel, serta apartement. Menjadi salah satu hambatan dan indonesia akan terus menerus kekurangan bahan pangan dan akan mengimpor dari Negara lain.
DAFTAR PUSTAKA